MUHIMA II FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM 2009

MUHIMA

UNDANGAN KEGIATAN SEMILOKA

undangan-ke-peserta-semiloka1
SEMINAR DAN LOKA KARYA (SEMILOKA) MAHASISWA SYARIAH
SE-INDONESIA 2009

PENDAHULUAN
Lulus Syariah Bergelar S.H.? Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengubah gelar lulusan Fakultas Syariah dan Hukum dari Sarjana Hukum Islam (SHI) menjadi Sarjana Hukum (SH). Selain itu, diharapkan, para lulusan Fakultas Syariah dan Hukum dapat mengisi berbagai peluang berdasarkan basis kompetensi yang sesuai tuntunan dan perkembangan zaman.
Berkaitan dengan Mahkamah Agung (MA), perlu ada kerja sama yang lebih konkret antara MA dan UIN/STAIN dalam perumusan materi dan sistem pelatihan hakim yang menangani perkara ekonomi syariah. Kerja sama itu hendaknya bersifat sustainable, mengingat bentuk-bentuk kegiatan usaha dengan prinsip ekonomi syariah terus berkembang semakin kompleks.
Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia juga merekomendasikan tentang dibutuhkannya perencanaan strategis dalam mengembangkan program studi di lingkungan Fakultas Syariah dan Hukum. Dalam hal ini, Fakultas Syariah dan Hukum perlu merekomposisi kurikulum dengan titik tekan pada penguasaan prinsip-prinsip masing-masing program studi. (Disampaikan pada Seminar Nasional dan pertemuan Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum se-Indonesia, di Hotel Puri Khatulistiwa, Bandung/Disadur dari Pikiran Rakyat dicetak tanggal 20 Maret 2007)
Permasalahannya, label Islam dalam gelar sarjana apakah salah? padahal itulah yang membedakan antara alumni yang fokus di keilmuan hukum positif dan berlabel Islam itu dipersiapkan untuk bidang-bidang yang fokus hukum syariah, apakah keberadaan fakultas syariah tidak sejalan dengan lahan garapannya, tapi bukanlah label syariah sekarang sedang menjamur? Mau dibawa kema para alumni Fakultas Syariah?
Pertanyaan di atas yang coba kita diskusikan melalui Seminar dan Loka Karya (Semiloka) Mahasiswa Syariah Se-Indonesia 2009 dengan maksud mendapatkan pencerahan, karena para pemateri merupakan para pakar syariah dan peserta loka karya merupakan delegasi dari BEM/LEM/HMJ yang ‘berlabel’ syariah, dan hasilnya akan mudah-mudahan akan dibukukan, selanjutnya diberikan kepada para Stake Holder, sponsor kegiatan dan para peserta loka karya.

NAMA DAN TEMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernamakan “Seminar dan Loka Karya (Semiloka) Mahasiswa Syariah Se-Indonesia 2009 ” dengan tema umum “ Redesain Flatform Peran Mahasiswa Syariah dan Sarjana Hukum Islam, dalam Menghadapi Tuntutan dan Perkembangan Zaman”.

TUJUAN KEGIATAN
Secara umum, kegiatan ini diharapkan:
1. Menginspirasi dan mendorong para mahasiswa, dosen, ilmuan atau mayarakat di lingkungannya untuk secara sungguh-sungguh memikirkan dan mendiskusikan mengenai peran mahasiswa syariah dan sarjana hukum Islam di Indonesia serta aktualitas dan relevansi kajian-kajian ke-syariahan yang dikembangkan, agar sarjana hukum Islam dapat memainkan peran lebih besar dalam meningkatkan kwalitas wacana menuju sumberdaya manusia yang berwawasan intelektual.
2. Menghimpun pemikiran dari para pemerhati pesera kegiatan dan peminat ilmu-ilmu hukum Islam (Syariah) tentang arah, peluang, dan tantangan serta kajian-kajian hukum Islam menuju penerapannya.
3. Membukukan pandangan dari objek pembahasan dari peserta Semiloka.
Secara khusus, kegiatan ini diharapkapan :
1. Menghimpun dan mengevaluasi peran Sarjana Hukum Islam serta aktualitas dan kualitas berbagai penerapannya.
2. Melakukan pemetaan terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi pemerintah, khususnya persoalan yang terkait dengan perbaikan penerapan produk hukum Islam.
3. Mengidentifikasi berbagai kekuatan dan kelemahan peran mahasiswa syariah dan sarjana hukum Islam serta karakteristik pemikiran hukum Islam.
4. Menyusun langkah-langkah aktualisasi apabila terdapat permasalahan dalam temuannya.
Tujuan lain dari setiap kegiatan dijelaskan pada deskripsi kegiatan.

WAKTU DAN RANGKAIANN KEGIATAN
1. Openig Ceremony
Kegiatan ini akan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat dan dihadiri oleh semua peserta Seminar dan Loka Karya (Semiloka) Mahasiswa Syariah Se-Indonesia 2009 dan para tamu undangan seperti, Unsur Departemen Agama, unsur pemerintahan terkait dan undangan VIP lainnya. *
2. Pidato Kunci (keynote speech)
Pidato Kunci akan disampaikan oleh Prof. Dr. H, Machasin, MA. Beliau sebagai Direktur Pendidikan Tinggi Islam akan menyampaikan informasi aktual mengenai posisi mahasiswa syariah dan sarjana hukum islam di era glogalisasi sekarang.
3. Seminar Nasional dengan tema membaca sejarah dan peran mahasiswa syariah dan Sarjana Hukum Islam dulu, sekarang dan masa depan. Merupakan pintu wacana dari seluruh tahapan kegiatan, memberikan informasi baru mengenai kondisi terbaru dari tema umum yang diusung.
4. Sosialisasi Amandemen UUD 1945
Merupakan acara ‘sehari penuh’ mengenai pemaparan dan penjelasan Amandemen UUD 1945 yang akan langsung disampaikan oleh Tim Sosialisasi dari Majelis Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), dengan harapan peserta memahami posisi hukum Islam (syariah) dalam konsitusi NKRI.
5. Kupas Tuntas Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) dan Pengaruhnya terhadap Perguruan Tinggi Agama Islam.
6. Loka karya
Loka karya ini akan diikuti oleh peserta tetap dari utusan organisasi BEM/LEM/HMJ Syariah se-Indonesia. Kegiatan ini dimaksudkan menampung dan menyerap pandangan, argumen dan pemikiran mahasiswa dari kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan, yang pada akhirnya hasil dari loka karya ini akan dibukukan untuk pihak-pihak terkait.)*
7. Rihlah dan Fieldtrip
Acara ini ditujukan untuk menambah kedekatan hubungan emosional seluruh peserta semiloka dan refreshing di penghujung kegiatan. Lokasi rihlah ini diantaranya tempat pariwisata di sekitar Bandung dan sekitarnya.
8. Closing Ceremony dan Perpisahan Peserta
Kegiatan Seminar dan Loka Karya (Semiloka) Mahasiswa Syariah Se-Indonesia 2009 akan ditutup secara resmi oleh Rektor UIN SGD Bandung.
9. Dan acara lainnya yang memungkinkan untuk dilaksanakan.
Rangkaian kegiatan di atas ada kemungkinan terdapat perubahan, apabila terjadi hal-hal yang sesuai pertimbangan panitia dan akan disosialisasikan di http://sema-fsh.co.cc

TARGET KEGIATAN
Setelah kegiatan Seminar dan Loka Karya (Semiloka) Mahasiswa Syariah Se-Indonesia 2009 diselenggarakan, diharapkan:
1. Tercapainya pemahaman yang sama tentang posisi hukum Islam, mahasiswa syariah dan sarjana hukum Islam di Negara Indonesia.
2. Teridentifikasinya kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan mahasiswa syariah dan sarjana hukum Islam.
Terumuskannya langkah-langkah aktualisasi peserta semiloka berupa draf hasil loka karya.

SYARAT-SYARAT PESERTA
1. Membayar registrasi Rp.100.000,00 perorang
2. Delegasi tiap BEM-F/LEM, HMJ Syariah terditi dari 2 orang.
3. Membawa makalah/artikel sesuai tema yang diusung di acara ini
a. Tulisan sendiri
b. ditulis di kertas A4 minimal 3 halaman, maksimal 5 halaman.
c. Berisi permasalahan-permasalahan dan solusi.
4. Membawa almamater kampus masing-masing.
Kehadiran peserta harap konfirmasi ke panitia
1) 0852 9476 7970 (Siti Herayani)
2) 0866 59595 3640 (Isman Muslim)
paing lambat tanggal 05 Mei 2009.
5. Kedatangan dan Registrasi ulang peserta tanggal 10 Mei 2009 Pukul 12.00

REGISTRASI PESERTA
Registrasi Rp.100.000,00/perorang ditransfer sebelum pelaksanaan ke No Rekening : 035401036398503 a.n Fitrotussa’adah. BRI Cabang A.H Nasution Bandung. Setelah ditansfer harap konfirmasi ke panitia (0852 2246 4660- Fitrotussa’adah). Bukti pengiriman harus dibawa pada saat tanggal 10 Mei 2009.

susunan-acara1
formulir-pendaftaran

peta-uin-bandung-semiloka

SENAT MAHASISWA FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN SGD BANDUNG

logo-pbhii

KEPADA SELURUH PIHAK YANG TERKAIT DENGAN KEGIATAN INI, MOHON MAAF DENGAN BERBAGAI PERTIMBANGAN, KEGIATAN :

PEKAN BEDAH HUKUM ISLAM INDONESIA

SEMILOKA MAHASISWA SYARIAH DAN HUKUM SE-INDONESIA 2009

DIGANTI MENJADI

SEMINAR DAN LOKA KARYA  MAHASISWA SYARIAH  SE-INDONESIA 2009

Jadi Peserta terdiri dari:

1. BEM/HMJ/LEM SYARIAH SELURUH INDONESIA, SEBAGAI PESERTA TETAP LOKA KARYA.

2. UMUM, UNTUK KEGIATAN DILUAR ITU.

TERIMA KASIH

TTD

PANITIA.


LEMBAGA PERS MAHASISWA SYARIAH DAN HUKUM (LEPASH)

KEPUTUSAN

SENAT MAHASISWA FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Nomor : 26/B/KPTS/SMF-SH/UINSGD/I/2009

TENTANG

LEMBAGA PERS MAHASISWA SYARIAH DAN HUKUM (LEPASH)

SENAT MAHASISWA FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Menimbang :

a. bahwa agar pelaksanaan program kerja Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung berjalan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya;

b. bahwa peran pers mahasiswa merupakan bagian penting dari pengembangan intelektual;

c. bahwa lembaga pers mahasiwa memerlukan elemen penting dalam menunjang berjalannya perkembangan pers di lingkungan mahasiswa;

d. bahwa perkembangan pers mahasiswa disesuaikan dengan aturan yang berlaku yang senafas dengan tujuan reformasi; dan

e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d perlu ditetapkan lembaga pers mahasiswa yang legitimite.

Mengingat :

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers;

2. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 37 Tahun 2000 tentang Petunjuk Organisasi Departemen Agama;

3. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama;

4. SK Dirjen PTAI No Dj.I/253/2007 BAB III Pasal 4 ayat (5) tentang bentuk atau badan kelengkapan organisasi kemahasiswaan;

5. SK Rektor Nomor : Un.05/E/PP.00.9/70/2008 tentang Pedoman Organisasi Kemahasiswaan (POK) UIN SGD Bandung; dan

6. SK Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum No : 25/B/KPTS/SMF-SH/UINSGD/XII/2008 tentang anggota tim redaksi Pers Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Memperhatikan :

1. Hasil pelatihan jurnalistik Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum yang dilaksanakan pada bulan Nopember 2008;

2. Rapat pimpinan Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum pada bulan Desember 2008; dan

3. Rapat koordinasi dengan peserta pelatihan jurnalistik

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

1. Lembaga Pers Mahasiswa Syariah dan Hukum atau disingkat LEPASH sebagai Badan Semi Otonom (BSO) resmi di bawah koordinasi Bidang Pengembangan Pers Mahasiswa Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung;

2. Pengurus LEPASH sebagaimana terlampir; dan

3. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau ulang apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di Bandung

Pada Tanggal 07 Januari 2009

Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum

ttd

Baca lebih lanjut

PERJUANGAN SEPERTI APA DARI KITA UNTUK PALESTINA…..???

FOTO AGRESI ISRAEL Baca lebih lanjut

PENGUMUMAN MAHASISWA YANG LULUS PELATIHAN JURNALISTIK

SURAT KEPUTUSAN
No : 25/B/KPTS/SMF-SH/UINSGD/XII/2008

Bismillahirrahmaanirrahim.
Assalamu’alaikum Wr. Wb

Setelah menempuh proses pelatihan jurnalistik dasar dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku, maka Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung memutuskan nama-nama yang terlampir merupakan mahasiswa yang lulus menjadi anggota tim redaksi Pers Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Untuk agenda selanjutnya yaitu pembuatan nama lembaga pers, pembentukan kepengurusan dan kelengkapan administrasi lainnya akan diberitahukan menyusul.
Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau ulang apabila terdapat kekeliruan.

Billahitaufiq wal Hidayah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Bandung, 15 Desember 2008
SENAT MAHASISWA FAKULTAS
SYARIAH DAN HUKUM

DADANG JAENUDIN
KETUA UMUM

Tembusan:
1. Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung
2. Arsip

Lampiran

MAHASISWA YANG LULUS
MENJADI ANGGOTA TIM REDAKSI PERS MAHASISWA
SENAT MAHASISWA FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

NO NAMA PESERTA KETERANGAN
1 ACEP BAHRUL RIVA’I LULUS
2 AJENG ARISTANTIA LULUS
3 ANWAR LULUS BERSYARAT
4 ASEP GUNAWAN AL-FITRI LULUS
5 ASEP PANJI SUCITRA LULUS
6 ELAN JAELANI LULUS
7 GODI RANGGA BUDY ANSHORY LULUS
8 HENI HENDRAYANI LULUS BERSYARAT
9 IMAS JAMILIYAH LULUS
10 M.IQBAL LULUS
11 MARDIANA ALI LULUS BERSYARAT
12 NENDEN KOMALASARI LULUS
13 NENENG SOLIHAH LULUS BERSYARAT
14 NENG PIA LULUS
15 NICKY NAKIYAH LULUS
16 ROFIUDIN LULUS BERSYARAT
17 UJANG ACENG RIYADIN LULUS BERSYARAT

Kemerdekaan diRI (di usia 63 tahun)

Perayaan kemerdekaan RI yang ke-63, sudah menjadi agenda rutin pemerintah, LSM, Organisasi dari pusat sampai
daerah, dari Sabang sampai Merauke ataupun menjadi objek komersil di berbagai stasion televisi nasional atau lokal, negeri atau swasta. Begitu meriah, mengagumkan dan  terkesan bahwa negara kita kaya raya, makmur, sejahtera di tengah kondisi nyata masyarakat yang resah dan ketakutan dengan harga bahan pokok naik.

Mungkin anda lebih tahu atau terlibat dalam merayaan Kemerdekaan RI yang mungkin belum terekspos dilayar kaca atau media massa. Hanya wacana, teori, atau mungkin sekedar napak tilas bangsa ini, lebih parahnya lagi pesta rakyat dengan hiburan-hiburan ’negatif’.

Tulisan ini tidak akan membicarakan rekontruksi bangsa atau membongkar keborokan negeri yang bergelar subur dan makmur, bangsa yang kaya akan suku bangsa dan agama, sumber minyak bumi yang cukup berlimpah dan pujian lain yang bisa melupakan apa kontribusi kita untuk negeri ini, tapi pada dasarnya tulisan ini mencoba merekonsepsi paradigma kemerdekaan diRI..

Buku-buku pelajaran SD yang mendoktrin pemikiran kita. Anda pasti masih ingat kalimat, “Saya membeli buku, Ibu membeli sayur ke pasar, Budi membeli sepeda” dan banyak kalimat sejenis yang tertulis di buku-buku untuk tingkat pelajar pemula (SD) di seluruh pelosok Negeri kita. Disadari atau tidak, penulis-penulis buku tersebut mendoktrin anak-anak menjadi warga konsumtif, membekukan kecerdasan, melemahkan kreatifitas atau bahkan mendidik menjadi warga miskin dan kaku.

Pola pikir yang terakumulasi samapai-sampai pejabat negara mengemas kalimat-kalimat di atas menjadi Study Banding  ke luar negeri dengan agenda rekreasi dan belanja yang lebih banyak dari pada acara wajibnya. Pejabat propinsi tidak jauh berbeda Study Banding di Pulau Bali, Batam atau bahkan pejabat kampus kita (UIN SGD Bandung) yang tak ada bedanya. Mati kratifitas, hilang gairah mencetuskan ide-ide brilyan, lemah dalam memulai hal positif, hanya mampu menunggu hasil jadi, mengkonsumsi hasil produksi pemikiran orang lain.

 Indonesia, Pejabat, Birokrat, Pegawai Negeri Sipil, pengusaha, masyarakat atau termasuk ‘pejabat rektorat’, mungkin masih tertidur lelap ketika menginjak usia Indonesia 63 tahun, dengan cerita pujian-pujian, nyanyi-nyanyian orang tua kita selama ini yang terus turun temurun, bahwa Indonesia subur, makmur, kaya, raya dan dirasakan cukup, habis ketika bersyukur. Sekalipun tidurnya kadang-kadang diganggu oleh beberapa aktivis mahasiswa/organisasi, para pengamat politik, ekonom dan para komentator kenegaraan. Mungkin semua itu baru dianggap gangguan nyamuk yang bisa diusir oleh obat nyamuk dengan berbagai merc pilihan.

Bangunkan diRI, mereka, sadarkan! Saat ini, isi rumah yang bernama Indonesia telah habis dijarah oleh tamu-tamu asing yang berselimut kata kontraktor, investor, atau pemodal asing hingga kita tidak punya apa-apa lagi, dijual oleh oknum yang selalau mengatasnamakan ‘demi masyarakat’, hutan yang sudah habis dengan kasus illegal loging, minyak bumi tak meyisakan keuntungan bagi Indonesia, Habis demi kepentingan pribadi. Tidak jauh berbeda dengan zaman kolonial Belanda, hasil jajahan dibangun menjadi negara kincir angin, menyisakan ampas-ampas harta negara, tambang emas di ujung timur Indonesia. Wajah-wajah bule yang berada di ruangan mewah, kendaraan ber-AC, makanan terjamin, perkomplekan yang bisa disebut sumber emas dunia, tapi berbeda kondisinya dengan orang kulit hitam saudara kita yang tinggal berdampingan dengan ‘surga dunia’ itu, mereka menderita busung lapar, buta huruf, miskin, tinggal di gubuk yang memprihatinkan.

Sadarkan diRI! rumah kita sudah diduduki majikan-majikan sipit, majikan-majikan imporan, kita tak jauh beda sebagai pembokat di rumah sendiri, coba kita lihat para pembantu di rumah – rumah mewah, supir di mobil mewah, cleaning service di mall-mall besar, mereka semua adalah warga asli Indonesia yang hidup di bawah telunjuk majikan yang tak ber-KTP Indonesia, tertunduk patuh duduk dilantai dengan pakaian compang – camping dihadapan singgasana yang diduduki penjajah gaya baru.

Sadarkan diRI, kita tak jauh berbeda dengan ‘pelacur’ penjual kepuasan fisik yang hanya dimanfaatkan sementara, kita sangat jauh di bawah standar masyarakat madani, jauh dengan standar kehidupan negara tetangga. Merdeka itu baru ‘katanya’_______________________________________.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.