SEJARAH SMF-SH

Organisasi SEMA FSH, merupakan produk baru dari SK dirjen No.:Dj.I/253/2007 kemudian diracik dengan Pedoman Organisasi Kemahasiswaan (POK) UIN SGD Bandung 2008. Sepintas memang paket produk ini terkesan kontroversial, bikin panas kuping, rasanya mungkin manis, asam, asin (enak ga enak rasanya). Tapi kali ini hanya akan sedikit diceritakan perjalanan perubahan sistem di kampus ini sampai terbentuknya SEMA FSH.

Tahun 2006, pasca keluarnya hasil Sidang Istimewa MPM KBM UIN tentang pembubaran BEM, kemudian BEM membalas serangan dengan mengeluarkan Dekrit Presiden tentang pembubaran DPM dan MPM, tidak tahu mana yang legitimate (sah), yang jelas setelah itu organisasi kemahasiswaan tingkat universitas lumpuh, vacuum of system (ketidakberlakuan sistem manapun), vacuum of fower (tidak ada kekuasaan). Mungkin secara de facto MPM, DPM dan BEM KBM UIN SGD masih ada, tetapi secara de jure tidak ada organisasi yang kuat berdiri tegak secara hukum. Tapi, kondisi yang nyata, organisasi yang masih legitimate yaitu UKM dan HMJ/HIMA/BEM-J.

Pada saat kondisi organisasi kemahasiswaan tak jelas dan tak menentu, Dirjen PTAI mengeluarkan keputusan No. DJ.1/253/2007 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan PTAI, yang di dalamnya memuat peraturan yang cukup mengundang argumen pro-kontra dan interpretable. SK tersebut tertanggal 07 Juli 2008, tapi baru pada bulan September 2007 draft tersebut baru disosialisasikan ke HMJ, UKM dan lembaga-lembaga yangsedang tak jelas keberadaannya (BEM, DPM, MPM), serentak debat pun terjadi, perang dan hujan dalil aqli-pun terjadi, prokontra dan sejenisnya meluap di forum. Tapi menginjak hitungan bulan, tidak berbuah perubahan atau perbaikan, tetap terjadi kemandegan.

Berdasarkan hasil pembicaraan dan proses yang dilaksanakan cukup lama, formal dan non formal, antara ketiga lembaga tersebut mengehasilkan kesepakatan untuk membentuk lembaga khusus pelaksanaan peralihan yang orang-orangnya merupakan delegasi HMJ.

Terbentuklah lembaga dengan nama Komite 7 yang terdiri dari 7 orang dari 7 fakultas di lingkunga UIN SGD bandung, yang bertugas dalam pelaksanaan pembentukan SEMA dan DEMA. Tak lama, Komite pun mendapat masalah sehingga memaksa terjadinya reshuffle pergantian struktur.

Tak jelas apa yang dilakukan, sehingga menuntut dibentuknya softwere lembaga tadi, setelah adanya rapat koordinasi antara Komite, PD 3, PR 3 dan Rektor. Akhirnya disepakati untuk membentuk Tim Implementasi SK Dirjen tersebut dengan tugas membuat draft Pedoman Organisasi Kemahasiswaan (POK) UIN SGD Bandung. Proses pembuatan POK pun berjalan alot dan melelahkan, dan akhirnya draf tersebut hasilnya disosialisasikan ke lembaga-lembaga keorganisasian kampus UIN, dibahas di Rapat Pimpinan dan Rapat Senat Al-Jami’ah. Finalnya, tepat pada tanggal 01 April 2008, POK-pun ditandatangani Rektor.

Sehari setelah Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur digelar, pada tanggal 12 April 2008, Musyawarah Himpunan Mahasiswa (MUHIMA) Fakultas Syariah dan Hukum dilaksanakan dan menghasilkan ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum periode 2008-2009 yaitu Dadang Jaenudin yang dilantik pada tanggal 15 Mei 2008. (by:dang.antibiasa@yahoo.co.id)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kalender

    • Desember 2016
      S S R K J S M
      « Sep    
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari